Postingan

Anxiety Attack

Hmmm udah lama banget nga nulis di blog sendiri hahaha. Sekalinya balik buat nulis, malah nulis sesuatu hal yang bau curhatan yang absurd dan gajelas isinya.  Tapi...curhatan ini bakal gue tuju dan gue jadikan semacam kapsul tanah (?) yang nantinya gue buka 3-5 tahun dari sekarang. Where do I start? First of all, gue nga tau, pokonya lagi ngerasa nga worth aja. Nga ngerasa kalo gue pantes diterima siapapun.  Rasa dadakan yang buat pala gue mau pecah, bikin overthinking, kebanyakan takut.  Gue paling takut sama yang namanya silent treatment. Gue takut kalo orang bakal ngejauh tanpa bilang sebabnya apa. Gue takut dijauhin tanpa sebab. Kedua, gue lagi ngerasa kaya masa depan gua bakal jadi awang-awang. Gue takut ngecewain siapapun. Ibu, ayah, kakak, adik, semuanya.  "duh dimasa depan gue kerja dimana si?" "duh gue dimana ya ntar?" "duh, emang gue punya kerjaan apa ntar?" Pusing Takut Temen-temen gue semua berlomba-lomba perbaiki CV dan linkedin, semntara gue ...
Gambar
  Sempat Atheis Walau Sebentar   Ketika selesai membaca essei karangan Pungky Arkadievich berjudul Atheis Paling Sederhana, ada rasa bersalah yang menyentil hati, sungguh. Rasa keraguan akan keberadaan Tuhan seperti yang sang istri rasakan, yang sebenarnya malu untuk saya akui, kalau saya pun pernah seperti itu. Atheis Paling Sederhana, begitu judulnya. Dalam essei ini sang suami mengingatkan kepada istrinya akan quotes Sujiwo Tedjo, “Bertanya besok makan apa adalah bentuk penghinaan pada Tuhan”. Lagi-lagi saya tersentil. Mungkin sudah ada ribuan kali keraguan seperti itu dalam benak. Contohnya, ketika orang tua saya mengalami kepailitan, saya selalu berdoa pada Tuhan untuk menambahkan rezeki kedua orang tua saya, agar kami bisa makan enak. Namun saya merasa, Tuhan tidak pernah mengabulkan doa saya dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berdoa. Padahal tanpa saya sadari saya masih bisa makan saat itu walau bukan dengan lauk yang enak. Pernah ketika itu, ketika ...
Gambar
  Body Shaming Bukan Bercandaan   Walaupun dalam konteks candaan, tapi lama-lama kok menyakitkan ya.. M anusia adalah makhluk sosial yang tentunya tidak bisa hidup sendiri. Bergaul merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk berinteraksi kepada sesamanya. Pergaulan juga merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain atau juga kelompok. Dalam pegaulan tentu kita memiliki banyak teman yang berbeda-beda, mulai dari gende r, usia, sifat dan kepribadian, dan lain-lain. Perbedaan yang ada diantara satu sama lain tentu tidak bisa kita paksakan satu sama lain untuk meniadakan perbedaan tersebut. Salah satunya dalam hal selera humor. Dalam hal ini terkadang suatu circle pertemanan punya selera humor dan   jokes yang berbeda-beda. Bahkan, tak jarang hinaan fisik juga bisa menjadi sasaran empuk untuk jadi bahan candaan dalam suatu circle pertemanan. Hinaan fisik ini kita sebut dengan body shaming. Dikutip dari yayasanpulih....

Gara-gara Bohong, Nyawa Seseorang Hilang

Gambar
Pernahkah kamu mendengar cerita konyol dibalik Perang Dunia I? Konon katanya, Perang Dunia I terjadi akibat supir dari Archduke Franz Ferdinand dan istrinya salah belok. Pada hari pembunuhannya itu, dua upaya pembunuhan dilakukan.  Usaha pertama gagal karena supir Franz berhasil menghindari sebuah bom yang dilempar pembunuh. Franz dan istrinya akhirnya selamat meski banyak korban yang berjatuhan.  Berniat baik, Franz kemudian ingin menjenguk para korban. Namun sayangnya saat perjalanan ke rumah sakit, supir Franz salah belok. Dalam sebuah toko di jalan yang dipilih, terdapat seorang pembunuh. Akibatnya, saat melihat mobil yang dikendarai Franz dan istrinya sang pembunuh melepaskan dua tembakan yang menyebabkan Franz dan istrinya terbunuh.  For your information , Archduke Franz Ferdinand adalah archduke (adipati utama) dari Austria- Hongaria dan pewaris kekaisaran Austria-Hongaria. Ia dibunuh pada 1914  saat sedang menggelar inspeksi militer di Saravejo (ibu kota Bosn...

Ghosting? Apa sih itu Ghosting?

Gambar
Sebagai pengguna media sosial seperti Twitter, kamu pasti sering kali melihat berbagai utas atau thread yang berisikan istilah Ghosting berseluncuran di berandamu. Apalagi istilah ini sedang ramai diperbincangkan oleh netizen terkait hubungan dua insan manusia yang pastinya kamu kenal.  Ghosting adalah keadaan dimana ketika kamu sedang dalam hubungan, salah satu pihak menghilang tiba-tiba tanpa adanya kejelasan atau kabar terlebih dahulu. Tidak ada panggilan, tidak ada pesan, tidak ada kabar di Instagram, atau di media sosial manapun yang terkait dengan mu,   Bayangkan jika saat ini kamu sedang menjalani hubungan. Tiba-tiba, pasanganmu hilang tanpa kabar, dan sama sekali tidak ada tindak- tanduk keanehan yang memberi sinyal bahwa ia akan pergi dan mengakhiri hubungan secara sepihak. Tentunya setelah kamu merasakan pasanganmu hilang tanpa kabar, kamu pasti akan berpikir apakah pasanganmu mengalami kecelakaan atau apapun itu yang membuat dirinya tidak bisa memberi kabar....
PERSIAPAN UJIAN AKHIR SEMESTER MATA KULIAH DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Nama               : Nur Apriani J Kelas               : PB 2A Mata Kuliah    : Dokumentasi dan Perpustakaan 1.       Menganalisa Kasus Rasisme George Floyd Kematian George Floyd (46) yang terjadi pada 25 Mei lalu ramai dibicarakan hampir di seluruh dunia akibat kematiannya di tangan polisi Amerika Serikat. Sebelum kematiannya di tangan polisi bernama Derek Chauvin, Floyd dilaporkan atas dugaan memakai uang palsu senilai US$ 20 untuk membeli rokok di toko kelontong, Cup Foods. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pegawai toko tersebut melaporkan ke 911 atas gerak mencurigakan Floyd. Ia sempat meminta Floyd untuk mengembalikan rokok tersebut, namun ditolak oleh Floyd. Pegawai tersebut kemudian mencurigai Floyd mabuk dan tak dapat m...

Survey Media: Bikin Panik atau Edukatif?

Gambar
MEDIA : EDUKATIF ATAU MALAH BIKIN PANIK? Oleh Nur Apriani Jamil Bukan hanya Indonesia, bahkan dunia saat ini tengah memerangi pandemi dari virus yang menyerang pernapasan, virus ini dinamai dengan COVID-19 ( Corona Virus Disease 19 ). Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan,China pada akhir 2019, telah menyebar hingga seluruh dunia dan menjadi pandemi global. Bahkan, angka kasus COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 1,5 juta orang di dunia, dan 3293 orang terinfeksi di Indonesia (per 10 April 2020) Berbagai pemberitaan mengenai virus yang masih berkerabat dengan SARS dan MERS ini terus di- follow up­ di berbagai media. Mulai dari media daring, media sosial, ataupun situs resmi pemerintah. Bahkan, pemberitaan mengenai COVID-19 ini masih menjadi fokus utama dalam pemberitaan media. Bicara mengenai media, tentu saja kita tahu bahwa peran media sangatlah penting. Semua hal yang terjadi, baik dalam negeri ataupun luar negeri dapat dirangkum dalam sebuah berita. Berita m...