Gara-gara Bohong, Nyawa Seseorang Hilang

Pernahkah kamu mendengar cerita konyol dibalik Perang Dunia I? Konon katanya, Perang Dunia I terjadi akibat supir dari Archduke Franz Ferdinand dan istrinya salah belok. Pada hari pembunuhannya itu, dua upaya pembunuhan dilakukan.  Usaha pertama gagal karena supir Franz berhasil menghindari sebuah bom yang dilempar pembunuh. Franz dan istrinya akhirnya selamat meski banyak korban yang berjatuhan. 



Berniat baik, Franz kemudian ingin menjenguk para korban. Namun sayangnya saat perjalanan ke rumah sakit, supir Franz salah belok. Dalam sebuah toko di jalan yang dipilih, terdapat seorang pembunuh. Akibatnya, saat melihat mobil yang dikendarai Franz dan istrinya sang pembunuh melepaskan dua tembakan yang menyebabkan Franz dan istrinya terbunuh. 

For your information, Archduke Franz Ferdinand adalah archduke (adipati utama) dari Austria- Hongaria dan pewaris kekaisaran Austria-Hongaria. Ia dibunuh pada 1914  saat sedang menggelar inspeksi militer di Saravejo (ibu kota Bosnia- Herzegovina) oleh Gavrilio Princip, seorang teroris Serbia. 

Mendengar kabar terbunuhnya Franz, kemudian Austria- Hongaria mengirim ultimatum untuk segera menyelesaikan perkara ini, namun jawaban Serbia tidak menyenangkan dan malah membuat konflik semakin memanas. Dan karena tidak ada kejelasan dari Serbia, akhirnya Austria- Hongaria mendeklarasikan perang melawan Serbia pada Juli 1941. 

Awal mula dari Perang Dunia I ini akibat dari konflik Austria-Hongaria dengan Serbia. Perang semakin melebar dikarenakan negara lain ikut campur. Kekaisaran Rusia mendukung Serbia, dan Austria- Hongaria mendapat jaminan dari Kaisar Jerman, Wilhelm II. 

Sekutu Rusia yaitu Perancis, merespons kejadian ini dengan menyatakan perang terhadap Jerman. Lalu Jerman menduduki Belgia. Akibatnya, Inggris menyatakan perang dengan Jerman. 

Jika kita sadari, semua ini dipicu oleh kematian Franz Ferdinand. Dan coba kita renungkan, bagaimana jadinya jika supir dari Franz Ferdinand tidak salah belok pada saat itu, apakah akan ada Perang Dunia I? 

Berkaitan dengan cerita salah belok tesebut, pastinya kamu pernah mendengar istilah "Butterfly Effect". Dikutip dari Cambridge Dictionary, butterfly effect adalah sebuah ungkapan metafora yang menjelaskan situasi, di mana tindakan atau perubahan seseorang yang tidak tampak penting, namun ternyata memiliki efek sangat besar. Perubahan ini mengacu pada hasil yang tak disangka-sangka. 

Seperti pada kasus "Kebohongan Kecil Dibalik Terpenggalnya Samuel Paty". 

Pada 16 Oktober 2020, Perancis digemparkan oleh kasus pemenggalan seorang guru sejarah bernama Samuel Paty. Dunia saat itu mempercayai kesaksian dari anak berusia 13 tahun. Kebohongan anak usia 13 berinisial Z ini dimulai saat ia mengarang cerita kepada ayahnya mengenai mengapa ia tidak masuk sekolah. Ia berkata pada ayahnya jika pada saat itu Paty menginstruksikan siswa-siswa Muslim untuk keluar kelas agar Paty bisa menunjukkan 'karikatur Nabi telanjang' kepada siswa lain. 

Anak ini pun mengaku pada ayahnya bahwa ia telah menyatakan tidak setuju atas kelakuan Paty, namun Paty malah memilih menskorsing dirinya selama dua hari. 

Mendengar ucapan anaknya ini, sang ayah yang bernama Brahim Chnina (48), merekam sebuah vidio yang berisikan kecaman untuk Paty. Ia menyerukan serta  menggalang kampanye online agar Paty lebih baik dipecat saja dari tempat ia mengajar, Conflans-Sainte- Honorine. Vidio ini pun akhirnya ia bagikan ke Facebook. Selain itu, ada satu vidio lagi yang telah ia posting. Vidio ini berisikan kemarahannya karena menganggap Paty adalah orang yang diskriminasi. 

Dan pada akhirnya, vidio yang telah tersebar ini dilihat oleh si pelaku, Abdullahk Anzorov, remaja 18 tahun yang pindah dari Rusia ke Perancis bersama keluarganya. Ia kemudian melancarkan aksinya sekitar pukul 17.00 di dekat College du Bois d'Aulne, tempat Paty mengajar. 





Setalah ia berhasil memenggal kepala Paty, pelaku kemudian lari dari tempat kejadian tetapi polisi setempat mengejarnya. Tak lama, akhirnya ia pun ditembak ditempat dan tewas seketika. 

Lalu apakah yang terjadi setelah terbunuhnya Pety akibat kebohongan si anak tersebut?

Setelah kematian Samuel Paty, Perancis pun semakin panas lantaran Presiden Prancis, Emmanuel Macron melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilai menghina Islam, akhirnya ia pun mendapat kecaman dari seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. 




Dikutip dari CNN Indonesia, Macron kembali memantik perdebatan setelah ia menyampaikan pernyataan pada Jumat(23/10/2020). Macron menyatakan jika Islam adalah agama yang paling mengalami krisis di seluruh dunia. 

"Sekulerisme adalah pengikat persatuan Perancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh muslim," ujar Macron. 

Dari pernyataan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun menanggapi. "Apa masalah individu yang dipanggil Macron dengan Islam dan dengan dengan Muslim?". Erdogan juga mengatakan jika Macron harus memeriksakan kesehatan jiwanya. 

Akibat dari pernyataannya yang offensive dan mendukung kebebasan berpendapat, akhirnya banyak negara yang melancarkan aski boikot.  Dikutip dari Tirto.id, Seperti halnya Erdogan dalam pidatonya dimana ia menyerukan untuk jangan pernah membeli barang-barang berlabel Perancis. 

Arab Saudi juga turut mengecam Perancis dengan mengatakan penolakan terkait gambar 'ofensif' dari nabi manapun dalam Islam. Pengguna media sosial di Arab Saudi dan Uni Emirate Arab juga turut menyerukan aksi boikot terhadap supermarket asal Perancis, Carrefour. 

Pedagang di Yordania, Kuwait, dan Qatar telah memindahkan barang-barang Perancis dari rak-rak toko, dan Universitas Qatar telah membatalkan pekan budaya Perancis. 

Apa yang terjadi setelah kebohongan atas kematian Samuel Pety terkuak?

Awalnya, siswi berinisial Z itu tetap diam dan mempertahankan kebohongannya. Hingga pada akhirnya, polisi memberi tahu Z bahwa beberapa teman sekelasnya telah mengonfirmasi jika Z tidak hadir pada saat itu. 

Para siswa ini juga mengatakan bahwa Paty tidak pernah menginstruksikan siswa Muslim untuk meninggalkan kelas, seperti yang Z akui. 

Ayahnya, Chnina, mengatakan kepada polisi bahwa ia merasa bodoh. Ia tidak menyangka jika vidio kemarahannya yang ia lontarkan untuk Paty akan dilihat oleh teroris. 

"Saya tidak pernah mengira pesan saya akan dilihat oleh tororis. Saya tidak ingin menyakiti siapa pun dengan pesan itu," Ia juga menambahkan, " Sulit membayangkan bagaimana kita sampai di sini bahwa kita kehilangan seorang profesor sejarah dan semua orang menyalahkan saya," ujar Chnina. 

Lalu, bagaimana dengan hubungan Perancis saat ini dengan negara-negara yang sempat memanas atas insiden tersebut?

Seperti yang kita ketahui, Perancis dengan Turki sempat mempunyai hubungan yang sulit dikatakan dalam keadaan baik. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Emmanuel Macron yang sempat saling berselisih. Bahkan sampai Erdogan mendorong warga negaranya untuk memboikot produk-produk Perancis. 

Dikutip dari Kompas pada Selasa (2/3/2020), dalam panggilan vidio keduanya, Erdogan mengajak Macron untuk sama-sama memerangi terorisme. Percakapan itu pun dilakukan untuk pertama kalinya sejak September dimana kedua negara tersebut bersitegang. 

Untuk saat ini, sulit mengatakan jika negara-negara yang sempat memanas tersebut, harusnya meminta maaf kepada Perancis atas kasus kebohongan ini. Perancis dikecam oleh berbagai negara akibat ujaran Macron setelah kematian Samuel Paty, yang sayangnya kematian profesor sejarah ini diakibatkan dari kebohongan anak kecil yang takut dengan ayahnya. 


Referensi : 

1. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/butterfly-effect

2. https://www.americanscientist.org/article/understanding-the-butterfly-effect

3. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20201102081833-134-564750/gejolak-prancis-dan-silat-lidah-macron#vidy-59dc2140-36d0-4227-8f9c-94994ddabf22

4. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20201102081833-134-564750/gejolak-prancis-dan-silat-lidah-macron#vidy-59dc2140-36d0-4227-8f9c-94994ddabf22

5. https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/28/100000469/mengapa-franz-ferdinand-dibunuh-?page=all

6. https://id.wikipedia.org/wiki/Franz_Ferdinand_dari_Austria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI WATTPAD STORIES YANG WAJIB KAMU BACA

Tak Lagi Sama

Cemas