Body
Shaming Bukan Bercandaan
Walaupun dalam konteks candaan, tapi lama-lama kok
menyakitkan ya..
Manusia adalah makhluk sosial yang tentunya tidak bisa
hidup sendiri. Bergaul merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk
berinteraksi kepada sesamanya. Pergaulan juga merupakan salah satu cara untuk
menjalin hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain atau juga kelompok.
Dalam pegaulan
tentu kita memiliki banyak teman yang berbeda-beda, mulai dari gender, usia, sifat dan kepribadian, dan
lain-lain. Perbedaan yang ada diantara satu sama lain tentu tidak bisa kita
paksakan satu sama lain untuk meniadakan perbedaan tersebut. Salah satunya dalam
hal selera humor.
Dalam hal ini
terkadang suatu circle pertemanan
punya selera humor dan jokes yang berbeda-beda. Bahkan, tak
jarang hinaan fisik juga bisa menjadi sasaran empuk untuk jadi bahan candaan
dalam suatu circle pertemanan. Hinaan
fisik ini kita sebut dengan body shaming.
Dikutip dari
yayasanpulih.org, menurut Siti Mazdalifah (Direktur Savy Amira Women Crisis
Centre), yang dimaksud dengan body
shaming adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik, atau tubuh
sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif, yang mana sama seperti
melakukan bullying secara verbal.
Bukan Masalah Baper. Tapi di Mana Letak Lucunya?
Semua orang tentu
tahu jika dalam bergaul, bercanda dengan sesama teman merupakan hal yang wajar.
Bercanda tentu saja menertawakan sesuatu hal yang lucu. Lalu bagaimana dengan candaan
yang menghina fisik seseorang?
Apakah kita tahu? Ketika
seseorang kita jadikan bahan tertawaan akan fisiknya, orang tersebut tentu akan
merasa sakit hati. Perkataan kita yang menyakitkan ini bisa saja akan terus
menerus melekat diingatannya, sehingga membuat orang tersebut menjadi tidak
percaya diri, bahkan bisa berujung depresi hingga bunuh diri.
Yaa memang sih, terkadang
ada juga teman-teman kita yang sudah biasa ‘dikatain’ dan sabar menghadapinya,
terus kalau yang tidak?
Mengutip dari
Womanation.id, efek dari body shaming
ini dapat menjatuhkan mental seseorang secara permanen. Penghinaan fisik ini
mampu memberikan efek tekanan tersendiri bagi orang yang mengalaminya.
Body shaming tentu erat kaitannya dengan citra tubuh. Citra tubuh adalah fikiran,
perasaan, dan sikap seseorang mengenai
tubuhnya dan pandangannya tentang bagaimana orang lain menilai tubuhnya dan
pandangannya tentang bagaimana orang lain menilai tubuhnya.
Persepsi-persepsi
mengenai tubuh yang ideal menurut masyarakat ini lah yang menyebabkan munculnya
suatu standar kecantikan yang membuat seseorang merasa rendah diri apabila
tidak mencapai standar tersebut. Padahal nyatanya tidak ada orang yang terlahir
jelek di dunia ini, kita hanya telahir dalam masyarakat yang suka menghakimi
dengan persepsi-persepsi ini.
Banyak diantara
kita yang secara tidak sadar maupun sadar, ketika melihat seseorang yang mempunyai
fisik yang beda dari standar yang ada dipikiran kita, auto katain. Sering juga kita menertawakan orang yang warna
kulitnya berbeda dengan standar kecantikan yang ada di kepala kita, auto tertawa dan menjelek-jelekkannya.
Body shaming ini bisa terjadi di mana saja, bukan hanya dalam circle pergaulan. Salah satu contoh body shaming yang sering kita jumpai tanpa sadar adalah acara-acara
pertelevisian yang menggunakan tubuh seseorang yang ‘gendut’ atau ‘terlalu kurus’ sebagai bahan lelucon, bahkan jadi
karakter yang paling sering di-bully.
Acara pertelevisian ini sering kali menjadikan orang-orang yang dianggap tidak
sesuai standar kecantikan dalam masyarakat sebagai konten ‘lucu-lucuan’. Apakah
menurutmu itu lucu?
Bagaimana dengan
pertanyaan ini, jika kamu adalah adalah seseorang yang masih suka bercanda
dengan penghinaan fisik seseorang, coba jelaskan dimana letak lucunya? Apa
lucunya menjadikan fisik seseorang yang diciptakan Tuhan, sebagai bahan
tertawaan. Bukankah masih banyak hal yang bisa dijadikan bahan tertawa?
Biar Tidak Kena Body Shaming
Body shaming tidak hanya terpaku pada satu gender tertentu. Bukan cuma perempuan,
laki-laki pun bisa mengalami hal yang serupa. Lantas, bagaimana cara mengatasi body shaming?
Seperti halnya
tindak pembulian secara fisik, body shaming akan selalu ada dan terus
diucapkan. Body shaming sama seperti
tindak pembulian secara fisik, selama para korban body shaming tidak membela diri maka pembulian ini akan terus ada. Bicarakan
kepada mereka bahwa ucapan itu sangatlah mengganggu dan sangat menyakitkan.

Komentar
Posting Komentar