Ghosting? Apa sih itu Ghosting?




Sebagai pengguna media sosial seperti Twitter, kamu pasti sering kali melihat berbagai utas atau thread yang berisikan istilah Ghosting berseluncuran di berandamu. Apalagi istilah ini sedang ramai diperbincangkan oleh netizen terkait hubungan dua insan manusia yang pastinya kamu kenal. 

Ghosting adalah keadaan dimana ketika kamu sedang dalam hubungan, salah satu pihak menghilang tiba-tiba tanpa adanya kejelasan atau kabar terlebih dahulu. Tidak ada panggilan, tidak ada pesan, tidak ada kabar di Instagram, atau di media sosial manapun yang terkait dengan mu,  

Bayangkan jika saat ini kamu sedang menjalani hubungan. Tiba-tiba, pasanganmu hilang tanpa kabar, dan sama sekali tidak ada tindak- tanduk keanehan yang memberi sinyal bahwa ia akan pergi dan mengakhiri hubungan secara sepihak. Tentunya setelah kamu merasakan pasanganmu hilang tanpa kabar, kamu pasti akan berpikir apakah pasanganmu mengalami kecelakaan atau apapun itu yang membuat dirinya tidak bisa memberi kabar. 

Dalam keadaan ini, pihak yang merasa di-ghosting tentunya akan merasa kebingungan dengan adanya  ketidakjelasan dalam hubungan mereka. Bahkan keadaan ini sering membawa korban "Ghosting" merasa yang salah pada dirinya. 

"Apa yang telah saya lakukan?"
"Apa perkataanku melukainya?"
"Apakah ia selingkuh?"
Dan banyak pertanyaan "Apakah" lainnya dari si korban ghosting

Alasan Orang Melakukan Ghosting

Alasan paling utama seseorang melakukan ghosting adalah ia memilih jalur paling cepat dalam mengakhiri hubungan. Ketika sesorang merasa ingin menghentikan hubungan dengan pasangannya, namun ia tidak mampu jujur kepada pasangannya atau mungkin ia belum menemukan waktu yang tepat untuk mengakhiri hal itu. Sehingga banyak dari mereka memilih cara ini. 

Lalu, apakah ada alasan lain seseorang melakukan ghosting?

1. Takdir

Gili Freedman, seorang Asisten Profesor di Departemen Psikologi. Penelitiannya befokus ada dua jalur penyelidikan dalam psikologi sosial : Sifat Dua Sisi Penolakan Sosial dan Menciptakan Intervensi untuk Memerangi Bias. Karyanya tentang penolakan meneliti bagaimana orang menolak, mengapa mereka melakukannya, bagaimana mereka dianggap, dan apa konsekuensinya bagi kedua pihak.  
Penelitiannya tentang penolakang mengungkapkan bahwa ghosting berkaitan dengan bagaimana perasaan kita tentang masa depan atau atau apakah kita menganggap pasangan kita adalah one and only atau satu-satunya. Tentu ini merupakan pertanyaan tentang keyakinan versus takdir. 

"Individuals who have stronger destiny beliefs are more likely to ghost. If you are with someone and you realize they're not the one for me, you're going to think it's not much a point to put in the effort, so you ghost. These people believe relationships are either going to work out or not" 

"Individu yang memiliki keyakinan terhadap takdir yang lebih kuat lebih cenderung melakukan ghosting. Jika kamu bersama seseorang dan kamu menyadari bahwa dia bukanlah orang yang tepat, kamu akan berpikir bahwa tidak ada gunanya berusaha, lalu kamu menghilang. Orang-orang ini percaya bahwa hubungan akan berhasil atau tidak. "


2. Daya Tarik

Entah itu saya atau kamu, menjadikan "daya tarik" sebagai alasan melakukan ghosting. Ini bisa terjadi jika seseorang yang belum masuk tahap serius, dan menemukan bahwa lawan jenisnya "tidak menarik lagi" atau dengan kata lain rasa tertarik mulai berkurang. Maka mereka akan mulai menghindar. 


3. Tidak Ingin Menyakiti Orang Lain

Dikutip dari Washingtonpost, Susan Kolod, seorang psikolog di New York yang mengkhususkan diri dalam hubungan dan seksualitas mengatakan jika ia sering menjumpai kliennya yang ingin menghindari sesorang karena mereka merasa tidak ingin membuat seseorang marah atau kecewa

"Seringkali saya dengar dari orang-orang bahwa mereka merasa tidak ingin menyakiti orang lain, atau akan lebih baik jika tidak mengatakan hal-hal yang menyakitkan ini kepada orang lain, " ujar Kolod.  Dengan tidak jujurnya mereka, akhirnya mereka memilih ghosting sebagai taktik menghindar.  


4. Mereka sedang Menghadapi Depresi atau Trauma

Susan Kolod berkata, orang-orang yang sedang dilanda depresi atau trauma tidak jarang menarik diri dari semua orang dan lingkungannya. 

"You don't really know what's going on with that other person when they disappear. Therefore, you have to not take it as an assault on you

Kolod berkata jika kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi dengan orang lain itu ketika mereka menghilang. Kita tidak boleh menganggap menghilangnya mereka sebagai tindakan penyerangan terhadap diri kita. 

Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan?



1. Hadapi kenyataan dan Move On


Dari pada mengenang lalu menangisi foto-foto bersamanya. Lebih baik kita menyibukkan diri kita dengan melakukan aktivitas yang lain. Lihat pasangan kita yang melakukan ghosting, ia sudah memutuskan untu move on, lalu mengapa tidak? 

Hadapi kenyataan bahwa ia pergi. Bukankah itu cukup menujukkan bahwa ia memang tidak menghargai kita sebagai perasaan? 


2. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri dan Stop Bertanya-Tanya


Korban ghosting sering kali merasa ada yang salah pada dirinya. Padahal, semua kesalahan ada pada dirinya, bukan pada diri si korban. Dia yang memutuskan untuk pergi, lalu mengapa kita yang salah? Dan hal yang penting adalah, berhenti menebak-nebak mengapa pasanganmu memilih pergi dan meng-ghostingmu. 


3. Set Your Boundaries


Dkutip dari akun twitter @logos_id, beri batasan pada dirimu dan tau apa saja yang kamu terima dan tidak bisa kamu terima. Untuk menahan ghosting yang umum dalam kencan online, kita harus memiliki rasa harga diri yang kuat. 


4. Don't Isolate 


Kembali ke kehidupan sebelum adaya dia. Buat rencana seperti biasanya, dan beraktifitaslah seperti biasanya. Dengan kepergiannya bukanlah akhir dunia untukmu. Ingatlah bahwa sebelum adanya dia, kita baik-baik saja. Juga, jika ingin menjalin hubungan yang baru belajarlah dari pengalamanmu ini dan jangan terburu-buru. 


Referensi 

1. https://www.washingtonpost.com/news/soloish/wp/2016/04/11/hey-whered-you-go-5-reasons-people-ghost/

2. https://www.nytimes.com/2019/01/22/smarter-living/why-people-ghost-and-how-to-get-over-it.html#:~:text=%E2%80%9CGhosting%20has%20a%20lot%20to,things%20that%20make%20them%20uncomfortable.%E2%80%9D

3. https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-it-together/201804/4-reasons-people-ghost-their-way-out-relationships


Komentar

  1. Gue pernah diginiin nih wkwkwk

    BalasHapus
  2. Istilah ghosting sm "mencampakkan" similar gak ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut aku, kalau dia mencampakkan kamu tanpa ada kejelasan, masih bisa dikatakan ghosting. Kecuali dia sudah mengutarakan keinginannya untuk pergi, itu sudah bukan ghosting. CMIIW

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI WATTPAD STORIES YANG WAJIB KAMU BACA

Tak Lagi Sama

Cemas