Postingan

Tak Pernah Ada

Terima kasih sudah datang dan bersedia singgah di kehidupan si kaku ini.  Sayang,  Sempat ku katakan padamu, aku ini seperti sumpit yang begitu kaku Namun Kau tetap teguh pada pendirianmu Dan berkata "Aku suka padamu dan aku tak peduli" Sayang, Sempat ku katakan padamu, aku sangat tak berpengalaman sebab belum pernah ku menjalin hubungan dengan siapapun.  Lantas ku katakan saja, aku tak ingin membuatmu kecewa Namun,  Kau tetap teguh dan berkata "Tak akan" Sayang, Sudah ku katakan, bila aku menyukaimu namun tak bisa bila kita terikat.  Lantas ku katakan, aku tak siap dan benci dengan kehilangan.  Namun kau justru semakin gencar dan mendekat Parahnya, kau yakinkan ku dan berkata, "Tenang saja, aku di sampingmu" Lagu Fana Merah Jambu yang jadi favoritku kala itu Mengiringi ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutku Sayangnya Hanya dalam hitungan bulan, kau berhasil buat lagu tersebut terdengar menggelikan ditelingaku Kala itu, mengapa kamu melihatku tak bahagi...

She

She fell first And then she fell hardest She fell hardest And then, her knees covered in blood She knew she fell But she decide to start over  She fell first And then she died

Tak Lagi Sama

Hujan tak lagi sama  Malam pun demikian Pagiku bagai awal kesedihan Dan senjaku tak bernyawa Diam mu kala itu Mampu runtuhkan egoku Kata pisah yang kau lontarkan Buatku jatuh seperti hujan Tatapanmu telah meredup Tapi milikku semakin hidup Tidakkah kau lihat cahayanya? Telisiklah lebih dalam Tunjukkan padaku Tubuh siapa didalamnya?

Mungkin Aku

Mungkin mestinya kuucapkan  betapa sering aku merindukanmu  hari-hari yang diam di benak  Kala itu Kita berbaring bersisian Tanpa bicara  Tanpa bertanya Hanya diam di antara kesepian dan kesunyian Bodohnya Aku banyak berharap saat itu Tapi, aku memilih menelan semua kata  mengawasimu dari jauh  Sampai kau tak sadar ada sedikit lesung Di bibirku Aku mencintaimu Atau Aku mencintaimu? Ketika kemungkinan itu adalah tidak Namun bisa juga iya Tapi Menelan semua kata lebih baik membiarkanmu dan aku Tumbuh dengan segala tanya  Lalu mungkin di sana kau tak tahu  Aku sedih saat tersirat dalam tanyaku sendiri “Apakah rasa kangen harus miliki alasan buat diucapkan?”  Aku menerka dengan lancang  Tentang perasaan perasaan  Yang selalu penuh kemungkinan... Atau kemungkinan tak

Anxiety Attack

Hmmm udah lama banget nga nulis di blog sendiri hahaha. Sekalinya balik buat nulis, malah nulis sesuatu hal yang bau curhatan yang absurd dan gajelas isinya.  Tapi...curhatan ini bakal gue tuju dan gue jadikan semacam kapsul tanah (?) yang nantinya gue buka 3-5 tahun dari sekarang. Where do I start? First of all, gue nga tau, pokonya lagi ngerasa nga worth aja. Nga ngerasa kalo gue pantes diterima siapapun.  Rasa dadakan yang buat pala gue mau pecah, bikin overthinking, kebanyakan takut.  Gue paling takut sama yang namanya silent treatment. Gue takut kalo orang bakal ngejauh tanpa bilang sebabnya apa. Gue takut dijauhin tanpa sebab. Kedua, gue lagi ngerasa kaya masa depan gua bakal jadi awang-awang. Gue takut ngecewain siapapun. Ibu, ayah, kakak, adik, semuanya.  "duh dimasa depan gue kerja dimana si?" "duh gue dimana ya ntar?" "duh, emang gue punya kerjaan apa ntar?" Pusing Takut Temen-temen gue semua berlomba-lomba perbaiki CV dan linkedin, semntara gue ...
Gambar
  Sempat Atheis Walau Sebentar   Ketika selesai membaca essei karangan Pungky Arkadievich berjudul Atheis Paling Sederhana, ada rasa bersalah yang menyentil hati, sungguh. Rasa keraguan akan keberadaan Tuhan seperti yang sang istri rasakan, yang sebenarnya malu untuk saya akui, kalau saya pun pernah seperti itu. Atheis Paling Sederhana, begitu judulnya. Dalam essei ini sang suami mengingatkan kepada istrinya akan quotes Sujiwo Tedjo, “Bertanya besok makan apa adalah bentuk penghinaan pada Tuhan”. Lagi-lagi saya tersentil. Mungkin sudah ada ribuan kali keraguan seperti itu dalam benak. Contohnya, ketika orang tua saya mengalami kepailitan, saya selalu berdoa pada Tuhan untuk menambahkan rezeki kedua orang tua saya, agar kami bisa makan enak. Namun saya merasa, Tuhan tidak pernah mengabulkan doa saya dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berdoa. Padahal tanpa saya sadari saya masih bisa makan saat itu walau bukan dengan lauk yang enak. Pernah ketika itu, ketika ...
Gambar
  Body Shaming Bukan Bercandaan   Walaupun dalam konteks candaan, tapi lama-lama kok menyakitkan ya.. M anusia adalah makhluk sosial yang tentunya tidak bisa hidup sendiri. Bergaul merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk berinteraksi kepada sesamanya. Pergaulan juga merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain atau juga kelompok. Dalam pegaulan tentu kita memiliki banyak teman yang berbeda-beda, mulai dari gende r, usia, sifat dan kepribadian, dan lain-lain. Perbedaan yang ada diantara satu sama lain tentu tidak bisa kita paksakan satu sama lain untuk meniadakan perbedaan tersebut. Salah satunya dalam hal selera humor. Dalam hal ini terkadang suatu circle pertemanan punya selera humor dan   jokes yang berbeda-beda. Bahkan, tak jarang hinaan fisik juga bisa menjadi sasaran empuk untuk jadi bahan candaan dalam suatu circle pertemanan. Hinaan fisik ini kita sebut dengan body shaming. Dikutip dari yayasanpulih....