Mungkin Aku
Mungkin mestinya kuucapkan
betapa sering aku merindukanmu
hari-hari yang diam di benak
Kala itu
Kita berbaring bersisian
Tanpa bicara
Tanpa bertanya
Hanya diam di antara kesepian
dan kesunyian
Bodohnya
Aku banyak berharap saat itu
Tapi, aku memilih menelan semua kata
mengawasimu dari jauh
Sampai kau tak sadar ada sedikit lesung
Di bibirku
Aku mencintaimu
Atau
Aku mencintaimu?
Ketika kemungkinan itu adalah tidak
Namun bisa juga iya
Tapi
Menelan semua kata lebih baik
membiarkanmu dan aku
Tumbuh dengan segala tanya
Lalu mungkin di sana kau tak tahu
Aku sedih saat tersirat dalam tanyaku sendiri
“Apakah rasa kangen harus miliki alasan buat diucapkan?”
Aku menerka dengan lancang
Tentang perasaan perasaan
Yang selalu penuh kemungkinan...
Atau kemungkinan tak
Komentar
Posting Komentar