Tak Pernah Ada
Terima kasih sudah datang dan bersedia singgah di kehidupan si kaku ini.
Sayang,
Sempat ku katakan padamu, aku ini seperti sumpit yang begitu kaku
Namun
Kau tetap teguh pada pendirianmu
Dan berkata "Aku suka padamu dan aku tak peduli"
Sayang,
Sempat ku katakan padamu, aku sangat tak berpengalaman sebab belum pernah ku menjalin hubungan dengan siapapun.
Lantas ku katakan saja, aku tak ingin membuatmu kecewa
Namun,
Kau tetap teguh dan berkata "Tak akan"
Sayang,
Sudah ku katakan, bila aku menyukaimu namun tak bisa bila kita terikat.
Lantas ku katakan, aku tak siap dan benci dengan kehilangan.
Namun kau justru semakin gencar dan mendekat
Parahnya, kau yakinkan ku dan berkata, "Tenang saja, aku di sampingmu"
Lagu Fana Merah Jambu yang jadi favoritku kala itu
Mengiringi ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutku
Sayangnya
Hanya dalam hitungan bulan, kau berhasil buat lagu tersebut terdengar menggelikan ditelingaku
Kala itu, mengapa kamu melihatku tak bahagia bila disampingmu?
Sayang,
Di malam hujan itu, kau biarkan ku menunggu
Seandainya kau tahu
Lalu lalang diriku menghadap cermin berulang kali hanya untuk pastikan
Aku akan tampil cantik malam ini
Di depanmu
Di pertemuan perdana kita
Sayangnya, kau tak datang tanpa kabar
Kau biarkan aku menelan kekecewaan
Bahkan, wangi parfumku kala itu untuk sambutmu, kini jadi suatu hal yang ku benci
Sayang
Terima kasih ucapan perpisahannya
Kau biarkan aku menelan pahit sendiri dalam ketidakpastian
Saat kau dengan sengaja memamerkan fotomu dengan perempuan baru
Di beranda media sosialmu
Kini ku sadar
Memang kau tak pernah ada dari awal
Komentar
Posting Komentar