Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

She

She fell first And then she fell hardest She fell hardest And then, her knees covered in blood She knew she fell But she decide to start over  She fell first And then she died

Tak Lagi Sama

Hujan tak lagi sama  Malam pun demikian Pagiku bagai awal kesedihan Dan senjaku tak bernyawa Diam mu kala itu Mampu runtuhkan egoku Kata pisah yang kau lontarkan Buatku jatuh seperti hujan Tatapanmu telah meredup Tapi milikku semakin hidup Tidakkah kau lihat cahayanya? Telisiklah lebih dalam Tunjukkan padaku Tubuh siapa didalamnya?

Mungkin Aku

Mungkin mestinya kuucapkan  betapa sering aku merindukanmu  hari-hari yang diam di benak  Kala itu Kita berbaring bersisian Tanpa bicara  Tanpa bertanya Hanya diam di antara kesepian dan kesunyian Bodohnya Aku banyak berharap saat itu Tapi, aku memilih menelan semua kata  mengawasimu dari jauh  Sampai kau tak sadar ada sedikit lesung Di bibirku Aku mencintaimu Atau Aku mencintaimu? Ketika kemungkinan itu adalah tidak Namun bisa juga iya Tapi Menelan semua kata lebih baik membiarkanmu dan aku Tumbuh dengan segala tanya  Lalu mungkin di sana kau tak tahu  Aku sedih saat tersirat dalam tanyaku sendiri “Apakah rasa kangen harus miliki alasan buat diucapkan?”  Aku menerka dengan lancang  Tentang perasaan perasaan  Yang selalu penuh kemungkinan... Atau kemungkinan tak