Tugas Menganalisis Sumber Fakta dari Koran Harian


Judul berita 1 : Reuni "Raksasa" Terluka
Surat kabar harian Kompas, hal 20
Edisi Rabu, 9 Oktober 2019

Dortmund, Selasa -  Tim nasional Jerman dan Argentina pernah berada di puncak dunia, setidaknya hingga 2014. Setengah dekade seusai final Piala Dunia Brasil, kedua raksasa itu yang terluka itu kembali dipertemukan dengan semangat membangun ulang kejayaannya masing-masing seperti masa silam.

Hasil Analisis 

What : Tim Nasional Jerman dan Argentina sedang membangun skuadnya
Who : Tim nasional Jerman dan Argentina
Where : Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman.
when : Kamis, 10/10/2019
why : Untuk menjemput masa keemasan
How : Kedua tim finalis Piala Dunia 2014 ini akan bertemu dalam laga uji coba di Dortmund

Sumber Berita ini merupakan fakta peristiwa dan fakta pendapat.

Fakta Peristiwa :   
  • Laga uji coba Jerman kontra Argentina di Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman . Kamis (10/10/2019) pukul 01.45 WIB merupakan pertemuan kedua mereka seusai final Piala Dunia Brasil 2014
  • Pada laga puncak Piala Dunia 2014, Jerman menang 1-0 berkat gol Mario Goetze pada babak tambahan waktu. Namun di Piala Dunia 2018, Jerman pulang dengan membawa aib. Mereka gagal lolos dari penyisihan grup dengan status juru kunci Grup F dan Tim nasional Argentina tersingkir pada babak 16 besar oleh Perancis, juara Piala Dunia 2018.
  • Seusai laga Piala Dunia 2014, kedua tim itu hanya bertemu sekali, yaitu pada September 2014, pada laga uji coba. Di laga itu, Argentina menanf 4-2 untuk membalas kekalahannya di Brasil. 
  • Jerman dan Argentina di nilai kesulitan dalam menjalani masa transisi. Dilihat dari peringkat mereka di FIFA saat ini yang terlempar dari jajaran elite alisa lima besar. Argentina hanya bercokol di peringkat ke-10, adapun Jerman ke-16. Padahal kedua tim tersebut sempat lama menguasai peringkat dua besar tim terbaik. 
  • Dari total 46 pemain kedua tim tersebut saat itu, hanya dua diantaranya yang masih bertahan di skuad saat ini. Diantaranya, kiper Jerman, Manuel Neuer, dan bek Argentina, Nicolas Otamendi. 
  • Situasi diperburuk dengan absennya pemain penting lainnya, seperti Leroy Sane, Timo Werner, dan Ilkay Guendogan. Namun, dalam kondisi sulit ini, Loew memanggil lima pemain muda yang beum pernah tampil di timnas Jerman. Antara lain striker Luca Waldschmidt, gelandang Nadiem Amiri, dan bek Niklas Stark. 
  • Loew, pelatih Jerman, melakukan langkah berani dengan memilih Marc Andre sebagai kiper nomor satu Jerman pada liga kontra Argentina. Padahal selama ini posisi kiper andalan selalu diisi Neuer yang juga kapten tim Jerman. Keberanian juga ditunjukkan Lionel Scaloni, pelatih Argentina, ia nekat tidak memanggil sejumlah pemain senior, seperti Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, dan Sergio Aguero, menyusul bakal absennya Lionel Messi yang di skors akibat komentar pedasnya di Copa America Brasil 2019 lalu. 

Fakta Pendapat :
  •  Pelatih Jerman Joachim Loew mengaku kekurangan opsi untuk menyiapkan timnya. "Saya menghabiskan waktu dengan telepon. Minggu kemarin saya tidak mendapat kabar lain, kecuali hal buruk. Tidak seperti biasanya, situasi saat ini cukup sulit bagi kami" ucapnya. Ia juga mengaku bahwa ia tidak ingin mengeluh dalam kondisi yang tidak ideal ini. Hikmahnya, ini menjadi kesempatan para pemain muda untuk tampil. 
  • Hal yang sama juga di tuturkan oleh Di Maria, pemain senior Argentina. Ia mengatakan bahwa mereka, para pemain muda, mereka harus menanggung beban yang pernah kami pikul. Mereka harus melanjutkan apa yang telah dimulai, yaitu memberikan segala yang dimiliki. Cepat atau lambat keberuntungan akan menjadi milik mereka lagi. 


Judul berita 2 : "Garuda Select" Lebih Menantang
Surat kabar harian : Kompas, halaman 20
Edisi : Rabu, 9 Oktober 2019

Hasil Analisis

What : PSSI memberangkatkan  24 pemain berbakat
When : Rabu, 9/10/2019
Where : Jakarta
Why : Untuk mengikuti program Garuda Select dan berlatih di Inggris selama 6 bulan
Who : Pemain berusia 16 tahun, diseleksi dari berbagai klub yang tampil di ajang Elite Pro Academy
How : Pemain yang lolos program ini akan mendapat pelatiha  dengan standar Eropa selama berada di Inggris. Tidak hanya berlatih meningkatkan kemampuan dan taktik bermain, tapi juga belajar menjalani gaya hidup yang dibutuhkan pemain profesional.

Sumber berita ini merupakan fakta peristiwa dan fakta pendapat

Fakta peristiwa : 

  • PSSI memberangkatkan 24 pemain muda yang berbakat untuk mengikuti program "Garuda Select" dan berlatih di Inggris selama 6 bulan mulai Rabu (9/10/2019). Para pemain itu diseleksi dari berbagai klub yang tampil di ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Enam pemain diantaranya yang sudah mengikuti Garuda Select gelombang pertama. 
  • Mantan pemain Chealsea, Dennis Wise, Direktur Program Garuda Select memimpin proses seleksi para pemain di beberapa daerah seperti Padang, Banjarmasin, Lampung, Yogyakarta, dan Surabaya
  • PSSI dan Wise, ingin kembali menggali potensi 6 pemain tersebut dan mengeksposnya, karena sudah ada beberapa klub Eropa yang berminat. Keenam pemain itu kini tergabung di tim Indonesia U-19 yang bersiap mengahadapi kualifikasi Piala Asia mendatang.
Fakta Pendapat : 
  • Dennis Wise mengatakan bahwa, jika ingin memajukan sepak bola Indonesia, maka penting untuk melihat setiap pemain muda di semua daerah
  • Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu  Tisha Destria, mengatakan, keenam pemain  itu terpilih untuk berangkat lagi karena PSSI ingin para pemain mendapat peluang bermain di luar negeri. 

Judul berita 3 :  Tampil Baik di Beregu, Putri Targetkan Juara
Surat kabar harian Kompas, halaman 20
Edisi Rabu, 9 Oktober 2019

Hasil Analisis 

What : Putri Kusuma Wardani menargetkan hasil yang sama pada tunggal putri setelah tampil baik pada nomor beregu campuran dan mengantarkan tim bulu tangkis Indonesia menjadi juara dunia yunior.
When :Selasa, (8/10/2019)
Where : Kazan, Rusia
Who : Putri Kusuma Wardani
Why: Ia ingin menargetkan sebagai juara

Sumber Berita merupakan fakta peristiwa

Fakta Peristiwa
  •  Putri Kusuma Wardani lolos ke babak ketiga tunggal putri Kejuaraan Dunia Yunior Bulu Tangkis setelah mengalahkan Arena Samin (Malaysia) pada babak kedua di Kazan, Rusia, Selasa (8/10/2019). 
  • Pada babak ketiga, ia berhadapan dengan pemain Belanda, Amy Tan
  • Putri adalah pemain peringkat keenam dunia untuk tunggal putri kategori Yunior
  • Atas pencapaian babak keempat di Belanda, perempat final di turnamen grand prix, ia pun menjadi tunggal putri Indonesia terbaik kategori dibawah 19 tahun



Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI WATTPAD STORIES YANG WAJIB KAMU BACA

Tak Lagi Sama

Cemas