Puisi

Si Miskin
(Nur Apriani J/19 tahun,Mahasiswa)



Aku ini si miskin
Yang kemarin kau tusuk luka di hati
Oleh lidah tak bertulangmu
Hidupku dalam sebelah netramu
Terlihat seperti kain basah
Yang kering di badan
Ditimpa kemalangan bertubi-tubi
Bak jatuh dari penggorengan ke dalam api
Biar saja,biar kau hidup dalam fantasimu
Tapi Tuan, Aku ini  hitam yang tahan tempa
Putih yang tahan sesah
Aku ini
Emas yang kau sangka loyang



Begitupun biarkan aku menang
Dalam fantasiku
Biar mobil terparkir, toko berderet
Gelar tersemat
Tuan hanyalah siput
Yang memuji ekornya sendiri
Dimataku, Tuan tak lebih tinggi
Dari kain basah ini
Layaknya katak yang hendak jadi lembu
Biar Tuan sekolah habis ratusan juta
Ilmu Tuan laksana golok kayu
Yang tak laku dijual

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI WATTPAD STORIES YANG WAJIB KAMU BACA

Tak Lagi Sama

Cemas